Green Building & Factory – Maraknya pembangunan gedung tinggi memang kerap dikaitkan dengan konsep green building, yakni bagaimana membangun gedung atau bangunan yang berkonsep ramah lingkungan. Konsep ini biasanya sering diidentikan dengan gedung yang tinggi, modern dan canggih. Sebagai salah satu langkah antisipasi terhadap perubahan iklim global, pengembangan konsep Green Building saat ini terus digalakkan pembangunannya. Dengan konsep hemat energi yang tepat, konsumsi energi suatu gedung dapat diturunkan hingga 50%, dengan hanya menambah investasi sebesar 5% saat pembangunannya. Pelatihan Green Building & Factory ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan konsep bangunan hijau secara profesional.
Kondisi lingkungan yang langsung terkena dampak industri perlu diantisipasi dengan standarisasi green building. Upaya ini diharapkan dapat membantu menurunkan emisi karbon di Indonesia sebagai dampak industri. Peran semua pemangku kepentingan sangat dibutuhkan dalam implementasi green building. Artinya mereka berperilaku untuk lebih berpihak pada lingkungan melalui implementasi bangunan hijau.
Namun patut diakui, penerapan standarisasi green building pada gedung-gedung komersial di Indonesia belumlah populer, masih banyak kalangan menganggap penerapan green building sangat mahal untuk konteks Indonesia. Padahal, dengan menerapkan bangunan hijau, pengusaha properti dan pemerintah Indonesia akan dapat memperoleh banyak keuntungan, baik politik maupun ekonomi.
Dengan semakin banyaknya pihak yang sepakat bahwa green building harus memenuhi syarat lokasi, maka sistem rancangan, renovasi, dan pengoperasian yang menganut prinsip hemat energi serta berdampak positif bagi lingkungan, ekonomi, dan sosial haruslah menjadi dasar pertimbangannya. Spesifikasi ini memerlukan sebuah pedoman atau panduan yang tetap, karena saat ini definisi standar tersebut masih multi-interpretasi.
Green Building dibangun dengan perencanaan energi modern. Merancang bangunan ramah lingkungan sesungguhnya adalah sebuah proses. Tujuannya bukan membuat bangunan yang sempurna, melainkan menciptakan bangunan yang lebih baik. Pendekatan umum yang digambarkan melalui beberapa langkah yang akan disampaikan dalam pelatihan ini, dikemas menjadi prinsip-prinsip perancangan bersinambungan (sustainable design) dalam konteks rancangan arsitektur yang ramah lingkungan. Untuk dapat merancang bangunan yang ramah lingkungan, arsitek harus belajar tentang masalah lingkungan hidup. Pendidikan arsitektur harus dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan memperkenalkan etika lingkungan, serta mengembangkan keahlian berdasarkan ilmu pengetahuan (knowledge base in sustainable design).
Manajemen Green Building & Factory
Green Building & Factory merupakan fondasi penting dalam menciptakan bangunan dan fasilitas industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan memahami dasar hukum, kriteria bangunan ramah lingkungan, aspek perencanaan, serta penghitungan emisi CO2, peserta dapat mengimplementasikan konsep green building secara efektif di perusahaannya. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan Green Building & Factory secara profesional.
———————–
INFORMASI DAN PENDAFTARAN
HUBUNGI SEGERA SEBELUM KEHABISAN KUOTA:
———————–
Tujuan Training Green Building & Factory
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
- Memahami dasar hukum terkait green building
- Memahami kriteria bangunan ramah lingkungan
- Memahami empat aspek utama dalam membangun green building (material, energi, air, kesehatan)
- Memahami tujuan green building
- Menerapkan langkah-langkah membangun bangunan ramah lingkungan
- Memahami aspek perencanaan pembangunan green building (passive design, active design, kondisi udara ruangan, management, service & maintenance)
- Memahami fasilitas, sarana dan prasarana (sistem kelistrikan, pengairan dan sanitasi, tata udara dan pendingin, pencahayaan)
- Memahami data konversi ke emisi CO2
- Melakukan penghitungan dan tabulasi emisi CO2
- Menyusun tindak lanjut dan komitmen
Materi Training Green Building & Factory
- Dasar Hukum
- PUIL 2000
- Kep Men LH 08-2010
- UU no 32 – 2009
- ISO 14064 – 2010
- Kriteria Bangunan ramah lingkungan
- Empat aspek utama yang perlu dipertimbangkan dalam membangun green building
- Material
- Energi
- Air
- Kesehatan
- Tujuan Green Building
- Langkah-langkah membangun bangunan ramah lingkungan (Green Building)
- Aspek perencanaan pembangunan Green Building: aspek Passive Design, Active Design, Kondisi Udara Ruangan, Management, serta Service & Maintenance
- Fasilitas, Sarana dan Prasarana
- Sistem Kelistrikan
- Sistem Pengairan dan Sanitasi
- Sistem Tata Udara dan Pendingin
- Sistem Pencahayaan
- Data Konversi ke Emisi CO2
- Listrik (MWh, SF6)
- Solar, Bensin
- LPG
- Penghitungan dan tabulasi Emisi CO2
- Tindak Lanjut dan Komitment
Peserta
Pelatihan ini ditujukan bagi para petugas dari departemen K3 khususnya yang concern pada pengelolaan dan penataan lingkungan, petugas pengelola gedung dan yang terkait dengan implementasi green building di perusahaan.
Instruktur
Widarto Sutrisno, ST, MT & Team
Instruktur merupakan praktisi bidang property dan lingkungan dari Teknik Sipil UGM.
Metode
- Presentasi
- Diskusi Kelompok
- Simulasi
- Evaluasi
Fasilitas
- Module / Handout
- Training Kit
- Coffee Break & Lunch
- Souvenir
- Sertifikat
- Airport pick up services
- Transportation during training

